Senin, 24 Februari 2014

prosa temodemono namiga

Prosa Temodemo no namiga atau air mata kesendirian Keseharian biasa..berjalan-jalan sore hari.. Seperti biasanya ada dua jalan.. Ku menunggu di jalan ke dua.. Lihatlah ke atas..awan mendung disana..apakah kau memikirkan sesuatu? Hujan mulai turun..ku buka payung.. Kau datang..walau ku sangat ingin bertemu walau ku sangaaat menyukaimu ku ingin panggil namun ku tak bisa kau berjalan di depan mataku.. Aku tetap melihatmu dari tempat ini di jalan yang penuh kesedihan ini.. Ku lihat ke bawah..bahkan bunga pun menangis.. Walaupun ku pakai payung pipiku pun tetap basah kau tak tahu apa yang ku rasakan.. Sesedih apapun yang ku rasakan... Aku tidak akan melupakan cinta pertamaku lama ku menunggu di jalan yang ke dua tapi ia.. Menoleh pun tidak.. Aku berjalan seorang diri.. Dalam hatiku..aku tersesat.. Perasaan yang tak seorangpun tau.. Tapi biarkan ku tetap menjadi gadis.. Suatu saat kau pasti ingat Ku kan teruus bersinaar.. Temodemo no namiga..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar